Tips Membeli Rumah Dengan Uang Tunai Atau Transfer? Berikut Langkah-langkahnya

Perkembangan jaman yang semakin maju membuat segala sesuatunya bisa dilakukan dengan mudah. Anda tidak perlu membayar apa yang Anda beli secara langsung atau tunai. Dengan bermodal m-banking, Anda bisa melakukan transfer produk yang Anda beli dimana saja dan kapan saja.

Namun, bagaimana jika sesuatu yang Anda beli tersebut adalah rumah? Membeli rumah merupakan hal yang cukup mengesankan. Pasalnya, harga properti ini sangat mahal. Banyak orang yang lebih tertarik untuk membayar rumah secara cash dibandingkan secara transfer. Bagaimana langkah-langkah membeli rumah dengan cara transfer? Haruskah Anda transfer dulu, atau tanda tangan dulu?


Langkah-langkah Membeli Rumah Dengan Tunai atau Transfer

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk membeli rumah. Pertama, Anda bisa membayarnya secara tunai, dan kedua adalah dengan transfer. Baik tunai atau transfer, semua bisa dilakukan dengan mudah. Semuanya juga memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Membeli rumah secara tunai menjadi salah satu pilihan bagi banyak orang. Jika seseorang memang memiliki uang tunai dalam jumlah yang banyak, tidak ada salahnya untuk membayar rumah dengan menggunakan uang tunai. Jika Anda membayar rumah yang akan Anda beli menggunakan uang tunai, Anda akan lebih yakin karena bertemu langsung dengan pihak penjual rumah.


Kemudian, membeli rumah dengan cara transfer memang sedikit merisaukan. Pasalnya, Anda belum mengenal secara betul tentang penjual rumah. Dengan demikian, rasa saling percaya terkadang masih sangat tipis. Sebagai pembeli rumah, Anda tentu risau ketika Anda sudah terlanjur melakukan transfer, namun Akta Jual Beli belum ada di tangan.

Biasanya, pihak penjual memang tidak akan mau untuk menandatangani akta jual beli ketika belum ada uang yang dibayarkan. Jika Anda sebagai pembeli juga ingin tanda tangan dulu baru transfer, nantinya akan ada pertentangan antara kedua belah pihak. Bisa saja kedua pihak tidak akan ada yang mengalah.

Penjual akan merasa khawatir jika pembeli sudah terlanjur menandatangani AJB, namun akhirnya tidak mentransferkan uangnya. Pembeli juga akan khawatir ketika sudah mentransfer uang, penjual rumah tidak mau menandatangani AJB. Seperti makan buah simalakama memang.

Tenang saja, masalah tersebut dapat diatasi dengan mudah. Anda bisa menggunakan jasa Notaris atau PPAT. Notaris atau PPAT nantinya akan memberikan pengertian baik kepada pihak penjual ataupun pihak pembeli tentang bagaimana proses jual beli tanah yang benar. PPAT merupakan pihak yang tidak membela salah satu pihak baik itu pihak penjual maupun pihak pembeli.

PPAT atau Notaris merupakan pejabat yang akan menandatangani Akta Jual Beli dan kemudian memberi nomor akta. Akta Jual Beli tersebut akan sah jika pembeli sudah membayar harga rumah seluruhnya kepada penjual. Dengan demikian, penjual tidak akan ragu untuk menandatangani AJB karena AJB tersebut tidak akan sah ketika pembeli belum membayarkan uang pembelian rumah.

Begitu juga dengan pihak pembeli. Pembeli tidak akan pernah merasa ragu untuk mentransfer uang kepada penjual karena semua telah dipercayakan kepada Notaris. Baik pihak penjual maupun pembeli tidak akan merasa ragu lagi untuk melakukan transaksi jual beli rumah.

Dapat disimpulkan bahwa untuk Anda yang ingin membeli rumah, Anda harus mempercayakan semuanya kepada PPAT atau pihak Notaris. Pihak Notaris nantinya akan membantu proses jual beli tanah baik dengan cara tunai ataupun transfer agar tidak ada keraguan lagi baik antara pihak penjual maupun pihak pembeli.